Tips Membantu Perkembangan Pengelihatan Bayi


Saat bayi pertama kali membuka mata dan memandang kedua orangtuanya merupakan salah satu momen terindah dalam rekaman hidup para orang tua.  Namun jangan galau apabila hal itu tidak segera terjadi.

Penglihatan bayi  membutuhkan waktu sampai beberapa bulan untuk dapat berkembang sepenuhnya. Memahami perkembangan penglihatan bayi dan hal-hal yang dapat membantunya berkembang dengan baik, dapat membantu memastikan bahwa anak Anda memiliki penglihatan yang baik dan menikmati dunianya sepenuhnya.

Perkembangan penglihatan dimulai sejak dalam kandungan
Tips:   rajin melaksanakan antenatal care dan mematuhi instruksi dokter obsgyn menyangkut nutrisi yang baik, suplemen dan penggunaan obata-obatan selama kehamilan.

Penglihatan bayi segera setelah dilahirkan
Segera setelah dilahirkan bayi hanya dapat melihat hitam, putih dan abu-abu.  Sel-sel saraf pada retina dan otak yang mengontrol penglihatan belum berkembang sempurna.  Bayi juga belum bisa berakomodasi (memfokuskan penglihatannya pada jarak dekat).

Tips: Anda tidak perlu terlalu khawatir bila bayi Anda nampak belum dapat memfokuskan penglihatannya pada suatu benda termasuk wajah Anda. Mintalah kepada dokter anak Anda untuk memeriksa kemungkinan adanya kelainan neonatal pada mata agar dapat terdeteksi secara dini dan meminimalkan dampaknya pada perkembangan penglihatan.

Penglihatan bayi di bulan pertama
Mata bayi pada bulan pertama kehidupannya belum sensitif terhadap cahaya.  Kemampuan bayi menyadari hadirnya cahaya 50 kali lebih rendah dibandingkan kemampuan orang dewasa.

Kemampuan penglihatan warna mulai berkembang, dalam 1 minggu setelah dilahirkan bayi dapat melihat merah, oranye, kuning, dan hijau., baru kemudian warna biru dan violet.  Ini dikarenakan cahaya biru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan reseptor warna biru hanya sedikit terdapat pada retina.

Tips:
·         Lampu di kamar bayi boleh menyala, ini tidak akan mengganggu tidurnya dan membantu ortu bila akan mengecek bayinya
·         Dekorasilah kamar bayi anda dengan warna-warna terang , cerah dan kontras.  Gantungkan mainan di atas tempat tidur bayi dengan berbagai warna dan bentuk.

Perkembangan penglihatan di bulan 2-3
Tajam penglihatan bayi mulai berkembang di bulan-bulan ini dan kedua matanya mulai  bekerja sama dengan baik.  Bayi Anda sudah dapat mengikuti benda yang bergerak dengan matanya dan mencoba meraihnya.  Pada tahap ini bayi juga mulai dapat melirik dari satu benda ke benda yang lain tanpa harus menggerakkan kepalanya.   Matanya mulai sensitif terhadap cahaya pada umur 3 bulan, kemampuan mendeteksi cahaya hanya 10 kali lebih rendah dibandingkan orang dewasa.

Tips:
·         Tambahkan beberapa benda di kamar bayi dan sering  mengubah letak tempat tidurnya
·         Bicaralah kepada bayi sambil Anda berjalan di sekeliling kamar tidurnya
·         Biarkan lampu tidur menyala untuk memberikan rangsangan visual pada saat mereka terbangun dari tidurnya
·         Pada saat tidur sebaiknya bayi posisinya terlentang untuk mneghindari ‘sudden infant death syndrome’ (SIDS), pada saat bangun sebaiknya bayi ditengkurapkan (sambil Anda awasi) agar bayi memperoleh pengalaman visual dan motorik yang optimal.

Perkembangan penglihatan di bulan 4-6
Menjelang umur 6 bulan, pusat penglihatan di otak sudah semakin berkembang sehingga memungkinkan bayi untuk melihat lebih jelas dan menggerakkan matanya lebih cepat dan akurat saat mengikuti benda bergerak.  Tajam penglihatannya sudah hampir setajam orang dewasa demikian pula penglihatan warnanya.

Koordinasi mata dan tangan juga sudah lebih baik, memungkinkan mereka melokasikan dan mengambil benda dengan cepat dan secara akurat mengarahkan botol/benda lainnya ke mulut mereka.

Tips: Umur 6 bulan adalah saat dimana bayi dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan penglihatannya yang pertama ke dokter mata.

Perkembangan penglihatan di bulan 7-12
Buah hati Anda saat ini sudah banyak bergerak dan merangkak ke mana-mana.  Penilaiannya tentang jarak semakin baik dan semakin akurat saat meraih dan melemparkan suatu benda.  Ini adalah tahap perkembangan yang sangat penting.  Pada tahap ini, bayi mengembangkan kewaspadaan terhadap tubuhnya dan belajar mengkoordinasikan penglihatannya dengan pergerakan tubuh.

Ini juga tahapan dimana dibutuhkan ketelatenan dari pihak ortu untuk menjaga anaknya dari segala bahaya.  Bayi dapat saja terluka karena mereka mulai mengeksplorasi lingkungan.

Tips: Untuk menstimulasi perkembangan koordinasi mata-tangan-tubuh bayi, turunlah ke lantai bersama buah hati. Tempatkan mainan favorit bayi Anda di luar jangkauannya dan semangatilah agar ia merangkak dan meraihnya. Berikan juga mainan dimana bayi dapat memisah - misahkannya dan menyatukannya kembali.

Perkembangan penglihatan umur 1-2 tahun
Menjelang umur 2 tahun, koordinasi mata-tangan-tubuh dan ‘depth perception’ ( kemampuan memperhitungkan jarak)  anak harus sudah terbentuk dengan baik.  Anak-anak di usia ini sangat tertarik untuk mengeksplorasi lingkungan, melihat-lihat, dan mendengarkan.  Mereka mengenali benda-benda yang familiar, gambar-gambarpada buku dan suka corat-coret dengan crayon atau pensil.

Tips:
·         Gulingkan bola ke depan dan belakang untuk membantu anak mengikuti benda dengan matanya
·         Berikan anak  balok-balok susun dan bola-bola dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk merangsang ketrampilan motorik halus dan perkembangan otot kecil
·         Baca atau ceritakan cerita untuk merangsang kemampuan anak memvisualisasikan dan merangsang ketrampilan belajar dan membaca.

» Read More...

Makanan Pendamping ASI


Makanan pendamping ASI (air susu ibu) adalah makanan atau minuman yang mengandung nutrisi yang sesuai untuk bayi dan cocok diberikan sebagai pelengkap ASI setelah bayi mencapai umur tertentu. Makanan dan minuman pendamping ini biasanya diberikan kepada bayi yang berusia diatas 6 bulan. Pada usia tersebut bayi dipandang sudah siap diperkenalkan dengan makanan selain ASI yang sesuai untuk dirinya.

Makanan pendamping ASI (disingkat MPASI) ini bukanlah makanan pengganti air susu ibunya, sebab walau bagaimanapun ASI masih harus tetap diberikan. Makanan dan minuman tersebut diberikan karena bayi sudah semakin besar dan memerlukan nutrisi lain yang dibutuhkannya, yang tidak dapat dipenuhi oleh ASI. Memberi makanan dan minuman pendamping untuk bayi harus hati-hati dan bertahap karena sistem pencernaan bayi yang belum siap sepenuhnya. Nah, bagaimana cara memberi makanan pendamping asi, yuk simak uraian berikut ini :  

Tanda-tanda bayi siap dengan makanan pendamping ASI
Bayi yang sudah siap menerima makanan pendamping air susu ibu biasanya akan menunjukkan tanda-tanda tertentu, baik secara fisik maupun secara psikologis. Tanda bayi siap secara fisik misalnya : bayi sudah jarang muntah atau berhenti sama sekali, bayi mampu menelan makanan semi padat, mampu memindahkan makanan dari bagian depan mulut ke belakang, bayi sudah bisa menahan kepala agar tetap tegak, sudah bisa duduk dengan atau tanpa bantuan, serta bisa menjaga keseimbangan tubuh.

Sedangkan secara psikologis, tanda bayi siap menerima makanan pendamping asimisalnya : bayi mampu membuka mulutnya sebagai tanda ingin makan, menunjukkan rasa lapar dengan mendekati makanan, jika sudah kenyang bayi akan membuang muka atau menjauh dari makanan, bayi terlihat lebih mandiri dan eksploratif, serta tanda-tanda lain yang menunjukkan ketertarikan pada makanan atau minuman kesukaannya.

Contoh makanan pendamping air susu ibu
Makanan untuk pendamping asi haruslah memiliki tekstur yang lembut. Hal ini untuk menyesuaikan dengan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Untuk tahap pengenalan makanan tersebut malahan bentuknya harus cair menyerupai ASI, misalnya bubur susu.

Bubur susu adalah makanan campuran yang dibuat dari beras yang ditumbuk halus kemudian dimasak sampai menjadi bubur. Jika sudah dingin dan siap dihidangkan bubur tersebut dicampur dengan ASI, sehingga disebut bubur susu. Bubur susu merupakan contoh makanan pendamping asi yang memiliki tekstur yang lunak atau lembut. Selain tekstur, yang harus diperhatikan saat membuat bubur susu adalah soal  kebersihannya.

Makanan untuk pendamping asi sebaiknya berupa makanan olahan sendiri dan bukan makanan kaleng atau hasil pabrik. Keuntungan makanan olahan sendiri adalah lebih fresh, bebas dari bahan pengawet, serta kebersihannya bisa langsung dikontrol. Selain itu dari segi ekonomi juga lebih murah. Makanan MPASI hasil olahan pabrik hanya diberikan manakala situasinya mendesak seperti bencana alam.

Sebagai selingan, selain bubur susu, makanan atau minuman pendamping yang juga dianjurkan adalah jus buah dan jus sayur. Misalnya pisang, pepaya, apel, wortel dan lain-lain. Setelah 7 bulan bayi bisa diberikan makanan dengan tekstur yang lebih kasar misalnya nasi tim yang disaring halus.

Cara memberi makanan pendamping asi
Sistem pencernaan pada bayi usia 6 bulan baru terbentuk dan belum sepenuhnya sempurna. Karena itu dalam memberi makanan pendamping air susu ibu harus ekstra hati-hati dan bertahap. Perhatikan reaksi buah hati anda saat memperkenalkan makanan atau minuman tersebut. Jangan sampai kita terus memberinya makanan sementara bayi sudah menunjukkan tanda-tanda penolakan.

Berikut beberapa cara memberi dan mengenalkan makanan pendamping asi untuk si buah hati :
  1. Karena sifatnya mengenalkan, maka berikan makanan MPASI dalam jumlah sedikit.
  2. Pengenalan makanan untuk mendampingi asi sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang.
  3. Coba taruh makanan di dekat bayi namun tidak menawarkannya, biasanya bayi akan mau mencobanya jika ditemani.
  4. Selama masa pengenalan orang tua juga memberi contoh, misalnya pura-pura ikut mencicipi makanan.
  5. Memberi makanan pendamping harus serileks mungkin, sehingga anak menunjukkan minatnya serta tidak takut mencoba.
  6. Secara bertahap tambahkan makanan baru pada makanan kesukaannya.
  7. Segera hentikan jika pendamping asi tersebut menyebabkan bayi anda muntah atau gejala mau muntah. Selanjunya ganti dengan makanan lain yang sejenis.

» Read More...

Tumbuh Kembang Bayi Satu Tahun

Setiap pasangan suami istri selalu mendambakan hadirnya buah hati di dalam kehidupan mereka. Anak ibarat malaikat yang datang untuk mempererat tali cinta antara suami dengan istri dan juga makin menyatukan antara keluarga kedua belah pihak. Bahkan karena keinginan yg begitu kuat untuk memiliki anak, bermacam-macam usaha dilakukan pasangan suami istri. Mulai dari yang tradisional sampai yang paling modern. Namun sering kali besarnya keinginan untuk memiliki anak tidak dibarengi dengan pengetahuan yang cukup soal perkembangan anak dan cara merawatnya. Pada kali ini kami mencoba berbagi pengetahuan tentang perkembangan anak khususnya tumbuh kembang bayi 1 tahun.

Kita mulai dengan bayi yg baru dilahirkan. Bayi yang berumur 0 sampai 120 hari sangat amat sensitif dengan perubahan disekitarnya. Mulai dari perubahan cuaca hingga perubahan suhu. Hal ini dikarenakan semua organ tubuh bayi masih terlalu rentan. Mulai dari anggota tubuh yang paling luar yaitu kulit. Begitu rentannya kulit bayi yang berumur 0 sampai 3 bulan bahkan untuk memandikannya dibutuhkan sabun khusus. hal ini dilakukan agar kulit bayi tidak terjadi iritasi atau bahkan peradanganan. Selain kulit, rambut bayi yang masih terlalu muda ini juga sangat rentan. Karena jaringan rambut bayi masih terlalu tipis sehingga mudah kotor dan rontok sehingga Kulit kepala menjadi mudah dihinggapi debu dan kotoran.

Karena bayi masih terlalu muda dan anggota tubuh bayi masih belum optimal maka asupan gizi yang dibutuhkan bayi juga sangat banyak. Hal ini dikarenakan asupan gizi tersebut dibutuhkan untuk pembentukan sel dan jaringan yang membentuk organ tubuh yang optimal. Pemilihan makanan sebagai sumber gizi juga harus diperhatikan. bayi pada umur 0 sampai 3 bulan hanya dapat mengkonsumsi makanan cair atau lebih spesifik yaitu air susu ibu. Setelah usia 3 bulan ke atas barulah bayi dapat mulai diperkenalkan pada makanan padat halus. Setelah 5bulan ke atas bayi juga sudah diperbolehkan mengenal nasi yang dihaluskan atau berkuah.

Kesehatan bayi pada umur 0 sampai 3 bulan juga sangat amat rentan. Perubahan suhu yang drastis bisa membuat bayi gampang terserang penyakit. Selain perubahan suhu, kesehatan bayi juga dipengaruhi oleh kesehatan orang-orang yang ada disekitarnya khususnya yg paling dekat adalah ibunya. Sangat disarankan bagi ibu menyusui untuk menjaga kesehatan diri sendiri demi sang buah hati. Kesehatan lingkungan sekitar bayi juga ikut andil dalam mempengaruhi kesehatan bayi. Usahakan tempat dimana bayi beristirahat steril dari debu dan kotoran.

Selain pencegahan dari luar, bayi juga membutuhkan pengebalan diri dari dalam. Caranya adalah melakukan pemeriksbn kesehatan bayi secara berkala kepada dokter anak. Selain itu mengikutkan bayi pada program imunisasi secara rutin.

» Read More...

Perkembangan Keterampilan Tangan Pada Bayi 0 – 12 Bulan


Bayi sejak dilahirkan semakin hari tentu akan tumbuh dan berkembang. Begitu pula dengan ketrampilannya. Apa reaksi bayi saat ada rangsangan dari sekitarnya, dari orang tuanya atau terhadap benda-benda di sekelilingnya selalu menarik perhatian kita. Kita selalu ingin tahu perkembangan bayi kita. Sekarang anakku sudah bisa apa ya? Sekarang sudah mengenal apa saja ya?

Nah untuk itu semua, tentu bayi kita perlu melalui tahapan-tahapan, tidak langsung bisa semuanya. Seiring umur atau waktu berjalan akan semakin banyak yang ia ketahui. Berikut ini tahapan atau tahap-tahap perkembangan ketrampilan tangan untuk bayi usia 0-12 bulan.

Usia 0-2 bulan

Pada bulan-bulan pertama bayi bereaksi terhadap rangsangan inderanya dengan gerakan refleksnya. Bila kita menyentuh tangannya, ia akan refleks menggenggam. Ia pun belum menyadari keberadaan tangannya dan belum mampu memfokuskan pandangannya. Karena itulah kita perlu memperlihatkan sesuatu benda dalam jarak pandang yang dekat (sekitar 25 cm) untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

Di tahap awal ini, wajah ibu merupakan obyek yang paling merangsang bayi untuk belajar memfokuskan pandangannya. Itu sebabnya bayi suka sekali meraba wajah ibu kala digendong. Ibu dapat membantu sang bayi, caranya pegang tangan sang bayi  lalu letakkan pada hidung, pipi, mulut, telinga maupun mata ibu. Hal ini akan membantu bayi dalam menggunakan tangannya.

Usia 3-6 bulan

Di usia 3 bulan, jangkauan pandangan bayi mulai meluas dan ia pun mulai menyadari keberadaan tangannya. Ia senang mengamati tangannya sementara ia bermain dengan tangan-tangan itu, dan bahkan memasukkannya ke mulut.

Ia pun akan berusaha menyentuh benda yang dapat ditangkap oleh matanya. Sampai akhirnya ia dapat menyentuh benda tersebut. Gantungkan mainan di atas boks dalam jarak yang dapat dijangkau oleh tangannya. Ia pasti senang dan akan mengulang-ulanginya, lantaran setiap kali ia menyentuhnya maka benda tersebut akan bergoyang.

Selanjutnya ia akan berusaha memegang benda itu (sekitar usia 4 bulan). Pada saat ini umumnya bayi mampu memiringkan badannya ke sisi kiri dan kanan. Gantungkan mainan di sisi kiri/kanan boks dan letakkan bayi dalam jarak sepanjang tangannya dapat menjangkau mainan itu. Biarkan ia berusaha sendiri sampai ia dapat memegang mainan itu.

Bisa pula dengan menggantungkan mainan di atas boksnya dalam jarak yang dapat ia jangkau. Atau letakkan mainan di telapak tangannya untuk ia genggam. Tentu mainannya tak boleh terlalu besar agar mudah dipegangnya. Atau, dudukkan ia di kereta/kursi bayi yang memiliki tempat untuk meletakkan mainannya. Biasanya di usia 6 bulan ia sudah bisa mengambil benda dan memegangnya dengan menggenggam.

Jagalah kebersihan dan keamanan mainannya, karena ia akan mulai memasukkannya ke mulut.

Usia 7-12 bulan

Di awal usia ini bayi mulai menyadari bahwa ia dapat menggunakan tangannya untuk "menyelidiki" obyek-obyek dengan memegangnya dan memasukkannya ke dalam mulut. Tapi jangan beri sekaligus banyak mainan, karena ia baru dapat memusatkan perhatian pada satu benda saja. Bila ia kelihatan sudah mulai bosan dengan satu mainan, gantilah dengan mainan lain.

Sekitar usia 8 bulan ia mulai menggunakan jari-jemarinya untuk memegang benda. Sebulan kemudian ia dapat memegang benda dengan jari-jarinya, tidak lagi dengan seluruh telapak tangan (menggenggam). Pada perkembangan selanjutnya ia akan mampu memegang benda kecil di antara ibu jari dan telunjuk. Juga dapat menunjuk ke suatu obyek dengan telunjuknya.

Agar ia terampil memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk, kita dapat melatihnya dengan meletakkan potongan kue di antara kedua jari itu. Beri contoh bagaimana memegangnya, lalu masukkan makanan itu ke dalam mulutnya. Setelah itu bantu ia melakukannya hingga akhirnya ia mampu melakukannya sendiri. Latihan ini sangat penting untuk persiapan memegang tangkai cangkir, pensil dan benda kecil lainnya.

Di awal usia ini ia juga mulai belajar memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Kita dapat membantu dengan meletakkan mainan di telapak tangannya lalu mengangkat benda itu dan memindahkannya ke tangan yang lain. Setelah itu pegang tangannya yang memegang mainan itu lalu bantu ia memindahkan mainan itu ke tangannya yang lain. Selanjutnya beri contoh bagaimana kita memindahkan mainan itu dari tangan kita yang satu ke tangah yang lain. Ajak ia melakukannya sendiri tanpa dibantu lagi.

Sekitar usia 10 atau 11 bulan ia mulai menjatuhkan benda ke lantai. Kita sebaiknya tidak mengambilkannya, tapi minta ia untuk mengambilnya sendiri. Bila ia belum mengerti, pegang tangannya dan beri contoh bagaimana cara mengambil benda itu. Sediakan mainan yang tak mudah pecah bila dijatuhkan dan mudah diambil.

Ia pun mulai senang memasukkan benda-benda kecil ke dalam sebuah wadah. Apalagi jika wadahnya terbuat dari kaleng. Karena setiap kali ia memasukkan benda akan menimbulkan bunyi.

Untuk semakin memantapkan keterampilan tangannya, lakukanlah berbagai aktivitas. Misalnya menggelindingkan bola, tepuk tangan, melambai, menyusun balok, memegang gelas, dan sebagainya.

» Read More...

Tips Bepergian Dengan Bayi



OK. Anda bepergian dengan bayi Anda. Apa masalahnya? Nah, jawaban untuk pertanyaan ini tergantung pada siapa Anda bertanya. Anda sangat mencintai bayi Anda dan sangat bersukacita dalam hidup Anda. Tiba-tiba  Anda harus melakukan perjalanan dengan bayi Anda ! Keadaan ini dapat mebuat sedikit kebingungan bagi orang tua atau pengasuh yang berencana untuk bepergian dengan bayi mereka untuk pertama kalinya. Namun, jika Anda pernah bepergian dengan bayi Anda sebelumnya, Anda mungkin sedikit lebih siap untuk perjalanan Anda berikutnya, atau mungkin juga tidak .
Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda gunakan jika Anda bepergian dengan bayi Anda. Tips ini dapat membantu membuat perjalanan Anda menjadi lebih baik dan mungkin lebih seperti sebuah petualangan dan pengalaman yang menyenangkan bagi Anda, bayi Anda dan orang lain yang mungkin bepergian dengan Anda.
1. Bersiaplah! Ya, Anda mungkin pernah mendengar hal ini sebelumnya, tapi apa artinya dalam kaitannya dengan bayi Anda dan perjalanan yang akan datang? Persiapan untuk setiap perjalanan dengan bayi berarti pertama-tama mengetahui ke mana Anda akan pergi dan apa yang Anda butuhkan untuk sampai ke sana. Anda juga perlu tahu apa yang Anda butuhkan untuk bayi Anda ketika Anda sampai di sana. Jika Anda tidak siap, maka mimpi buruk tidak hanya terjadi selama perjalanan saja tetapi dapat berlanjut  sampai di tempat tujuan Anda  jika Anda tidak memiliki item kebutuhan bayi di tempat tujuan Anda.
2. Tahu aturan. Persiapkan untuk perjalanan Anda dengan bayi Anda meliputi banyak hal. Namun, tips selanjutnya adalah tentang bagaimana persiapan pengetahuan Anda sendiri. Mengetahui aturan tentang metode perjalanan yang Anda gunakan serta  aturan dan pedoman yang menyertai lingkungan Anda saat bepergian dengan bayi Anda dapat membantu membuat perjalanan lebih menyenangkan.
Misalnya, jika Anda bepergian melalui udara dengan bayi Anda, Anda harus berhati-hati dan mengetahui pedoman tentang hal apa yang mempengaruhi bayi Anda saat makan atau yang dapat lakukan di pesawat terbang. Mungkin ada pembatasan jumlah ASI atau susu formula bayi cair yang dapat diizinkan untuk dibawa ke pesawat. Jika bayi Anda berada dalam fase merangkak, bayi Anda mungkin tidak akan diizinkan untuk merangkak di lorong pesawat. Mengetahui dan mematuhi pedoman yang berlaku akan membantu membuat perjalanan Anda lebih menyenangkan.
3. Pikirkan tentang bagaimana bayi Anda bisa bahagia selama perjalanan. Anda dengan mudah akan melihat orang tua yang telah meluangkan waktu untuk merencanakan perjalanan untuk anak mereka. Anda dapat melakukan hal yang sama juga! Apa yang bayi Anda suka? Terlepas dari kebutuhan makanan dan minuman, bayi Anda juga bisa mendapatkan kesenangan dari permainan, kegiatan, mainan, buku, musik, dan hal-hal lain yang dapat membuat bayi Anda terlibat dan membantu dia memiliki waktu yang baik selama perjalanan.
Jika Anda berada di ruangan tertutup seperti pesawat terbang, Anda mungkin akan dibatasi dalam beberapa hal, seperti tidak boleh menyanyi terlalu keras dengan bayi Anda.  Namun,  untuk perjalanan mengunakan mobil Anda sendiri, Anda bisa menyanyi dan tertawa dengan suara keras bersama bayi Anda untuk menciptakan suasana gembira selama perjalanan.

» Read More...

Daftar Bacaan

Popular Posts